Jumat, 11 Maret 2011

Setengah Juta Dolar demi Harry Potter

VIVAnews – Daniel Radcliffe telah melebarkan sayapnya dari sekedar seorang Harry Potter, dan itu mengakibatkan Warner Bross harus mengeluarkan biaya sebesar 500.000 Dolar AS untuk mendatangkannya kembali dalam premier film ‘Harry Potter and The Deathly Hallows’ bagian kedua yang akan digelar besar-besaran di Trafalgar Square, London.

Pada saat ‘Harry Potter and The Deathly Hallows’ dirilis pada bulan Juli, pada saat yang sama pula Radcliffe harus tampil dalam pertunjukkan Broadway berjudul ‘How to Succeed in Business Without Really Trying.’  Radcliffe telah menandatangani kontrak untuk memainkan peran utama dalam pertunjukkan tersebut, sementara kehadirannya di London dalam premier Harry Potter juga diperlukan.

Bila Radcliffe memillih untuk tetap tampil di Broadway, artinya aktor Inggris tersebut tidak dapat memenuhi kewajibannya mempromosikan film final Harry Potter.  Eksekutif Warner Bross pun mencari jalan keluar atas permasalahan ini.  Sebagai solusi, mereka membuat kesepakatan dengan pihak Hirschfield Theater di mana Radcliffe telah dikontrak bermain untuk lima malam.

Isi kesepakatan itu, jadwal panggung Radcliffe harus dikosongkan saat promo film Harry Potter berlangsung.  Sebagai imbalannya, Warner Bross harus membayar uang sejumlah setengah juta Dolar AS kepada Hirschfield Theater.  Menurut The New York Post, pimpinan Warner Bross sama sekali tidak senang karena harus mengeluarkan biaya ekstra.

“Ini adalah film Harry Potter yang terakhir.  Jadi ini adalah persoalan besar.  Premier kelas dunia yang megah sedang direncanakan.  Hal ini sudah pasti tidak dapat dilakukan tanpa bintang utama mereka.  Tapi produser teater bersikukuh tidak akan melepaskan Radcliffe kecuali Warner membeli seluruh tiket teater itu selama lima malam penuh – sama persis seperti jadwal panggung Radcliffe,” kata sebuah sumber seperti dikutip PopEater.

Sementara itu, agen Radcliffe mengatakan bahwa semua baik-baik saja.  “Semua berjalan lancar.  Dan ( Daniel Radcliffe ) mempromosikan film Harry Potter, dan dia senang melakukannya.  Ada persoalan terkait jadwal, tapi semua telah diselesaikan.  Warner Bross sangat mendukung Dan,” jelasnya.

Jumat, 25 Februari 2011

Berikut ini 3 Biografi Pesulap Besar di Indonesia

Deddy Corbuzier

28 Desember 1976
Biografi :
Deddy Corbuzier alias Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo dikenal sebagai seorang praktisi metalis kenamaan Indonesia.
Pria kelahiran di Jakarta, 28 Desember 1976 ini, pernah melakukan aksi menengangkan dengan mengendarai kendaraan dalam posisi mata tertutup, selain itu Deddy juga pernah melakukan tebak headline media massa yang ditentukannya sebelum media itu diterbitkan.Deddy mengakhiri masa lajangnya dengan Kalina Oktarani atau lebih akrab disapa Kalina pada 25 Februari 2005, dan telah dikarunia seorang anak, Askanio Nikola Corbuzier.
demian Pesulap Indonesia
Demian Aditya
Tegal, 19 Juni 1980
Biografi :
Terlahir dengan nama Aditya Prambudhi namun lebih terkenal sebagai Demian Aditya, sang Ilusionist.
Anak pertama dari dua bersaudara ini semenjak usia 10 tahun telah berkenalan dengan dunia sulap secara otodidak.Namun namanya mulai terkenal bukan gara-gara sulap melainkan karena berhasil mengikuti ajang pemilihan Abang dan None Jakarta di tahun 2002.
Pria kelahiran Tegal, 19 Juni 1980 ini berhasil menyabet dua gelar sekaligus di ajang ini, yakni sebagai Abang Persahabatan 2002 dan Abang Favorit 2002.
Demian mulai terkenal di panggung hiburan sebagai pesulap saat telah memiliki acara sendiri di sebuah stasiun TV dengan judul DEMIAN SANG ILLUSIONIST pada tahun 2007.
Dalam sebuah acara di Lapangan Gasibu Bandung, suami artis Yulia Rachman ini berhasil melakukan teleportasi sebuah bola raksasa dengan diameter 8 meter yang berisi 7 orang di dalamnya.
romy rafael Pesulap Indonesia
Romy Rafael
Surabaya, Jawa Timur, 12 Juli 1977
Biografi :
Romy Rafael adalah seorang ahli dan praktisi hipnotis asal Indonesia, yang kemudian mengolah kemampuannya dalam panggung entertainment. Romy
pernah secara rutin tampil secara rutin di SCTV, menunjukkan kemampuan menghipnotisnya, dengan nuansa menghibur.Pria kelahiran Surabaya, 12 Juli 1977 itu mengaku mendalami ilmu hipnotisnya dan berbagai kegunaannya lebih dari empat tahun di Amerika. Lelaki yang selalu mengenakan penutup kepala warna hitam ini mengaku pernah belajar di Hynotism Training Institute, Ultimate Stage Hypnotism Institute, dan Institute for Neuro Research and Education.
Romy saat ini menggunakan kemampuan hipnotisnya selain untuk hiburan, juga untuk aktivitas klinis (pengobatan psikis), medis (kedokteran), bahkan untuk bisnis dan perusahaan. Ia berusaha menghilangkan kesan negatif hipnotis lantaran banyak kasus penipuan dan kejahatan dengan ilmu ini.
Romy telah membuka Klinik Romy Rafael Hypnotheraphy di Jakarta Selatan, dengan menerima penyembuhan orang yang tengah dalam keadaan stres, depresi, phobia, bahkan menghilangkan kebiasaan buruk.
Selain itu, Romy juga telah menyusun buku Hipnoterapi: Quit Smoking! (2006), yang berisi panduan hipnoterapi dalam bentuk buku dan CD, untuk menghilangkan kecanduan rokok.
Pada 2005, Romy berhasil mencatat rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menghipnotis sekitar 5000 orang yang hadir dalam sebuah acara seminar yang berlangsung di Mangga Dua Square, Jakarta pada 11 November 2005.

Sabtu, 25 Desember 2010

uang muncul dari tangan Kosong


Pesulap menunjukan bahwa kedua tangannya kosong dan memang kosong tidak memegang apa-apa. Untuk membuktikanya pesulap menarik lengan bajunya secara bergantian.

Setelah itu pesulap menyatukan kedua tanganya dan melakukan gerakan membaca sesuatu untuk memberi efek yang lebih mengesankan. Tiba-tiba saja uang kertas 20 ribuan muncul dari tanganya ada sekitar 6 lembar. 

 rahasia  nya:
Saat melakukan permainan ini, gunakanlah baju lengan panjang kalo bisa jas. Siapkan beberapa lembar uang yang sudah kalian gulung dan letakan di belakang siku. Kalo sudah sekarang tinggal kelincahan kalian dalam mengalihkan perhatian.
Pada saat kalian menunjukan tangan kiri kalian kosong, tangan kanan kalian mengambil gulungan uang yang sudah kalian sediakan di belakang punggung siku tangan kiri kalian. Lalu kalian menyatukan kedua telapak tangan kalian untuk memberikesan kalian sedang bersiap-siap. Dan lakukanlah sedikit gerakan agar memberi efek yang mengesankan, tapi jangan berlebihan. Munculkanlah uang itu dengan tehnik kalian, bisa sambil menggosok-gosokan kedua telap tangan atau yang lain.

Nb: Dalam memainkan sulap ini sebelum uang yang ada di belakang siku kalian, jangan sekalai-kali siku kalian diluruskan. Tapi setelah uang yang ada di belakang siku sudah diambil itu terserah kalian.

Senin, 20 Desember 2010

Rupanya para bintang HARRY POTTER bakal cukup senang karena tidak jadi berpisah dengan lawan main sekaligus teman-teman mereka di lokasi syuting. Pasalnya, mereka semua diharuskan berkumpul dan syuting lagi gara-gara kesalahan make up untuk adegan terakhir.
Daniel Radcliffe , Emma Watson , dan Rupert Grint sempat bersedih karena film yang dilakoninya selama 10 tahun terakhir ini harus berakhir. Namun mereka bisa lega karena bisa sekali lagi berkumpul dalam syuting ulangan HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS PART 2.
Syuting ulang ini terjadi setelah para produser melihat ada 'kesalahan' dalam adegan terakhir di mana ketiganya harusnya terlihat seperti pasangan muda yang menemani anak-anak mereka yang bersekolah. Namun rupanya make up yang dikenakan 'kebablasan' karena mereka justru terlihat terlalu tua.
"Para aktor dan kru sering bercanda dengan menyebut film ini Harry Potter and The Costly Hallows," ungkap sebuah sumber terpercaya. Hal ini cukup masuk akal karena biaya yang harus dikeluarkan untuk syuting ulang adegan ini mencapai jutaan dolar. Mereka harus membangun ulang Stasiun King's Cross.
Walau hal ini cukup menyesakkan bagi para bos yang dilaporkan sama sekali tidak tersenyum, namun para kru dan pemain menganggapnya sebagai satu berita bagus.
"Mereka semua cukup sedih berpisah dengan proses syuting yang mereka jalani, jadi ini menjadi sebuah berita baik bagi mereka karena mereka bisa kembali," pungkas sumber yang sama

Kamis, 25 November 2010

Akhirnya, Film Harry Potter yang Enak Ditonton

Selama mengikuti film-film Harry Potter yang dibuat berdasarkan buku karya J.K. Rowling, hanya satu film yang menurut saya dibuat dengan bagus, yaitu Prisoner of Azkaban, yang disutradari oleh sutradara dari Meksiko, Alfonso CuarĂ³n Orozco. Karya Alfonso sebelumnya sebagai sutradara antara lain Great Expectations dan Children of Men, dan sebagai produser adalah Pan’s Labyrinth.

Berdasarkan pengalaman menonton film-film Harry Potter lainnya, kecuali tentu saja Prisoner of Azkaban, saya tidak terlalu berharap banyak. Apalagi sutradara Deathly Hallows Part 1, film ketujuh Harry Potter, adalah masih David Yates, yang menyutradari dua film Harry Potter sebelumnya, Order of The Phoenix & Half-Blood Prince, dua film yang bagi saya pribadi masih kurang bagus ketimbang Prisoner of Azkaban. Hanya saja, membaca komentar Herman Saksono bahwa film Harry Potter yang ketujuh ini bagus, saya jadi penasaran ingin membuktikannya.

Deathly Hallows sendiri adalah bagian terakhir dari kisah Harry Potter, dan ketika dibuat versi filmnya, diputuskan untuk dibuat menjadi 2 film. Memang, jika mengikuti semua buku Harry Potter, makin ke belakang bukunya makin tebal. Ini saya rasakan sejak buku Harry Potter yang kelima, Order of The Phoenix, merupakan buku yang paling tebal dalam seri Harry Potter, versi Amerikanya setebal 870 halaman. Dan memang, saya merasakan dua film Harry Potter karya David Yates sebelumnya seperti menonton mosaik potongan-potongan adegan-adegan sihir dengan benang merah cerita secukupnya, bukan seperti menonton cerita yang penuh dan lengkap.

Kali ini sepertinya David Yates berhasil membuat Deathly Hallows Part 1 enak ditonton


Dalam bagian pertama dari Deathly Hallows ini, persis seperti di bukunya, diceritakan urutan peristiwa yang terjadi sebelum konfrontasi final antara Harry Potter (Daniel Radcliffe) melawan Lord Voldemort (Ralph Fiennes). Diawali dengan Rufus Scrimgeour (Bill Nighy) mengumumkan bahwa Kementrian Sihir masih tetap kuat walaupun Lord Voldemort sudah muncul kembali bersama pasukan Death Eaters-nya, lalu Harry Potter, Ron Weasley (Rupert Grint), dan Hermione Granger (Emma Watson) bersiap untuk pergi mencari dan menghancurkan horcrux milik Voldemort.

Kemunculan tokoh-tokoh lama, walaupun cuma sebentar, tidak terasa dipaksakan dan mengalir seiring dengan berjalannya cerita. Ada Severus Snape (Alan Rickman) yang di film sebelumnya terlihat masih setia menjadi Death Eater; Bellatrix Lestrange (Helena Bonham Carter) yang nyaris berhasil menangkap Harry Potter; Draco Malfoy (Tom Felton) dan Lucius Malfoy (Jason Isaacs) yang membantu Bellatrix menangkap Harry Potter, dan masih banyak puluhan lainnya, yang jika saya tuliskan bisa memakan satu halaman sendiri. Dari sekian banyak tokoh, yang saya ingat tidak muncul adalah Minerva McGonagall (Maggie Smith), tapi memang perannya baru muncul di bagian kedua saat melindungi Hogwarts dari serangan kelompok Lord Voldemort.

Kesan yang saya dapatkan adalah kali ini sepertinya David Yates berhasil membuat Deathly Hallows Part 1

Akhir kata, bagian pertama dari Deathly Hallows ini enak ditonton dan menghibur, dan sebagai seseorang yang sudah membaca bukunya, film ini tidak mengecewakan. Besar harapan saya bagian kedua yang baru akan diputar bulan Juli 2011 akan bisa sebagus bagian pertama ini, kalau tidak lebih bagus lagi.
enak ditonton, tidak terasa ada adegan yang ‘melompat’ akibat cerita yang dikompresi dalam 1 buah film. Bagian-bagian yang penting dibuat dengan bagus, dan beberapa adegan yang mengandalkan visual dan bahasa tubuh tanpa perlu ditambahkan dialog, semakin menguatkan film ini. Satu hal yang perlu diperhatikan, ada adegan ketika Ron menghancurkan satu horcrux berbentuk pendan kalung dengan pedang Godric Gryffindor, muncul ‘potongan’ jiwa Lord Voldemort yang mengejek Ron dengan menampilkan bayangan Harry dan Hermione sedang berciuman tanpa mengenakan baju, jelas adegan ini tidak cocok ditonton oleh anak-anak.

'HARRY POTTER 7' Kantongi US$330 Juta

Remaja penyihir Inggris HARRY POTTER mengukir 'keajaiban' di box office akhir pekan saat babak teranyar HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS: PART ONE, membuat terpesona penonton di lebih dari 50 negara dan mengantongi US$330 juta dalam penjualan tiket global.
Perolehan itu meliputi debut terbaik yang pernah ada di AS dan Kanada, yakni sebesar US$125,1 juta. Enam film Harry Potter sebelumnya mengumpulkan US$5,4 miliar untuk Warner Bros, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Di Amerika Serikat dan Kanada, mengisi tempat teratas box office pekan sebelumnya, film komedi MEGAMIND, berada di urutan kedua tapi dengan pendapatan yang tertinggal jauh yaitu US$16,2 juta. Tapi film animasi itu masih mengalahkan cerita kereta pelarian UNSTOPPABLE dengan pemasukan US$13,1 juta.
Tapi mengingat ketenaran film-film Harry Potter, film lain diperkirakan takkan bisa bersaing melawan film No.1 tersebut.
Penghasilan US$125,1 juta untuk THE DEATHLY HALLOWS: PART ONE mengalahkan debut akhir pekan terbaik film Harry Potter sebelumnya di Amerika Serikat dan Kanada yang meraup US$102,7 juta untuk HARRY POTTER AND THE GOBLET OF FIRE pada November 2005.
THE DEATHLY HALLOWS: PART ONE menempati posisi ke-6 di jajaran box office debut akhir pekan terbaik sepanjang masa, di bawah IRON MAN 2 --yang pada awal tahun ini mengantungi US$128,1 juta.
Film itu, yang dilandasi atas babak terakhir serial buku laris karya J.K. Rowling , mengumpulkan lebih dari US$30.000 per bioskop di lebih dari 4.100 tempat saja di AS dan Kanada. Sebaliknya, MEGAMIND menghasilkan US$4.300 per lokasi di hampir 3.800 bioskop.
Bioskop layar raksasa IMAX mengumpulkan US$12,4 juta di Amerika Serikat dan Kanada buat film Harry Potter tersebut dan menghasilkan rekor baru IMAX. Film yang dipenuhi pertarungan sihir itu mengalahkan ALICE IN WONDERLAND dan debut IMAX-nya, US$12,1 juta, demikian laporan Hollywood.com Box-Office.
Film itu diputar di sebanyak 54 negara di luar Amerika Serikat. Di Inggris, film tersebut meraup 17,5 juta pound (US$28 juta), dan di Australia mengantungi 15 juta dolar Australia (US$14 juta).
Jerman menyumbang 16 juta euro (sekitar US$21,8 juta) buat debut film Harry Potter tersebut, sementara Jepang memberi 1,2 miliar yen dari penjualan tiket (US$14 juta), demikian keterangan Warner Bros.
Sebelum akhir pekan, Warner Bros menyatakan perusahaan itu memperkirakan film ini akan menembus angka US$100 juta di Amerika Serikat dan Kanada, sementara pengamat box office berspekulasi film tersebut bisa meraih sebanyak US$150 juta.
Tapi hanya dua film sebelumnya yang mampu menembus ambang atas itu. Film Batman, THE DARK KNIGHT, menghasilkan debut terbaik yang pernah ada dengan US$158 juta pada 2008. Dan di No.2 ada SIDER-MAN 3, yang memperoleh US$151 juta dalam debutnya 2007, demikian Hollywood.com Box-Office. (antara/dar)

Susahnya Jadi Voldemort!

Ralph Fiennes, sang pemeran Voldemort dalam HARRY POTTER, mengaku bahwa dirinya 'menderita' gara-gara kostum dan make up yang harus dikenakannya. Ralph diharuskan menjalani proses make up selama dua setengah jam untuk mengubahnya menjadi sosok Voldemort yang mengerikan.

Ralph juga menyatakan bahwa proses make-up ini harus dilakukan setiap hari dan otomatis dirinya tidak bisa makan setelah bahan yang bernama prosthetics diaplikasikan ke wajahnya.
Hidung dan gigi palsu, juga make up yang tidak nyaman ini membuat Ralph kelaparan setiap kali syuting. "Setiap hari selama syuting, aku harus menghabiskan dua setengah jam untuk make up. Hal inilah yang menjadi saat terberatku. Selain prosthesics, karakterku juga harus pakai gigi palsu. Jadi ketika semua orang makan siang, aku tidak bisa. Aku harus mencopotnya tiap kali aku ingin makan," ungkap Ralph.
Bintang SCHINDLER'S LIST ini juga harus mengenakan celana ketat yang sering melorot! "Aku juga harus mengenakan suspender karena kostumku juga termasuk celana ketat yang sering melorot ketika aku bekerja. Tapi aku masih bisa buang air kecil, kostumnya dibuat khusus agar aku bisa menarik keluar teman kecilku," pungkasnya sambil tertawa. Untunglah! Ternyata nggak enak juga ya jadi Voldemort? (ace/mae)